tugas II tentang keperawatan

SISTEM KARDIOVASKULER

 

Jantung merupakan suatu organ otot berongga yang terletak di pusat dada.Bagian kanan dan kiri jantung masing-masing memiliki ruang sebelah atas(atrium)

yang mengumpulkan darah dan ruang sebelah bawah (ventrikel) yang mengeluarkan darah. Agar darah hanya mengalir dalam satu arah, maka ventrikelmemiliki satu katup pada jalan masuk dan satu katup pada jalan keluar. Fungsiutama jantung adalah menyediakan oksigen ke seluruh tubuh dan membersihkantubuh dari hasil metabolisme (karbondioksida).

Jantung melaksanakan fungsitersebut dengan mengumpulkan darah yang kekurangan oksigen dari seluruhtubuh dan memompanya ke dalam paru-paru, dimana darah akan mengambiloksigen dan membuang karbondioksida. Jantung kemudian mengumpulkan darahyang kaya oksigen dari paru-paru dan memompanya ke jaringan di seluruh tubuh

.

 

 

 

 

Gambar1. Jantung tampak depan

 

 

• Fungsi jantung

Pada saat berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol), selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut

sistol). Kedua atrium mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua ventrikel juga mengendur dan berkontraksi secarabersamaan

.

 

Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida dari seluruh tubuh mengalir melalui 2 vena berbesar (vena kava)

menuju ke dalamatrium kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, dia akan mendorong darah kedalam ventrikel kanan.

Darah dari ventrikel kanan akan dipompa melalui katup pulmoner 

ke dalam arteri pulmonalis , menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluhyang sangat kecil ( kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru paru,menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida yang selanjutnyadihembuskan.

Darah yang kaya akan oksigen mengalir di dalam vena pulmonalis menuju keatrium kiri. Peredaran darah diantara bagian kanan jantung, paru-paru dan atriumkiri disebut sirkulasi pulmoner  .

 Darah dalam atrium kiri akan didorong ke dalam ventrikel kiri, yang selanjutnya akan memompa darah yang kaya akan oksigen ini melewati katupaorta masuk ke dalam

aorta(arteri terbesar dalam tubuh). Darah kaya oksigen inidisediakan untuk seluruh tubuh, kecuali paru-paru.

 

 

 

Gambar3. Ruang dan Katup Jantung

 

 

 

Gambar2. Jantung (potongan melintang/bagian dalam)

 

  • Pembuluh darah

Keseluruhan sistem peredaran (sistem kardiovaskuler) terdiri dari arteri,arteriola, kapiler, venula dan vena.

Arteri

(kuat dan lentur) membawa darah dari jantung dan menanggungtekanan darah yang paling tinggi. Kelenturannya membantu mempertahankantekanan darah diantara denyut jantung. Arteri yang lebih kecil dan arteriola

 memiliki dinding berotot yang menyesuaikan diameternya untuk meningkatkan atau menurunkan aliran darah ke daerah tertentu.

Kapiler

merupakan pembuluh darah yang halus dan berdinding sangat tipis,yang berfungsi sebagai jembatan diantara arteri (membawa darah dari jantung)dan vena (membawa darah kembali ke jantung). Kapiler memungkinkan oksigendan zat makanan berpindah dari darah ke dalam jaringan dan memungkinkan hasilmetabolisme berpindah dari jaringan ke dalam darah.Dari kapiler, darah mengalir ke dalam venula

lalu ke dalam vena, yang akan membawa darah kembali ke jantung.

Vena

memiliki dinding yang tipis, tetapibiasanya diameternya lebih besar daripada arteri, sehingga vena mengangkut darah dalam volume yang sama tetapi dengan kecepatan yang lebih rendah dantidak terlalu dibawah tekanan.Obat yang bekerja pada jantung dan pembuluh darah, baik arteri maupun vena dibagi dalam sembilan sub kelas sebagai berikut:
            1. Obat inotropik positif

      2. Obat anti-aritmia

      3. Obat antihipertens

      4. Obat anti-angina

5. Diuretik 

6. Obat yang mempengaruhi sistem koagulasi darah

7. Obat hipolipidemik 

      8. Obat untuk syok dan hipotensi

9. Obat untuk gangguan sirkulasi darah (serebral, arteri, vena)

 

Jantung dan pembuluh darah merupakan alat dalam tubuh yang mengaturperedaran darah sehingga kebutuhan makanan dan sisa metabolisme jaringandapat terangkut dengan baik. Jantung sebagai organ pemompa darah sedangkanpembuluh darah sebagai penyalur darah ke jaringan. Sistem kardiovaskulerdikendalikan oleh sistem saraf otonom melalui nodus SA, nodus AV, berkas His,dan serabut Purkinye. Pembuluh darah juga dipengaruhi sistem saraf otonommelalui saraf simpatis dan parasimpatis. Setiap gangguan dalam sistem tersebutakan mengakibatkan kelainan pada sistem kardiovaskuler. Obat kardiovaskulermerupakan kelompok obat yang mempengaruhi dan memperbaiki sistemkardiovaskuler secara langsung ataupun tidak langsung.

Obat inotropik positif 

Obat inotropik positif bekerja dengan meningkatkan kontraksi otot jantung(miokardium) dan digunakan untuk gagal jantung, yakni keadaan dimana jantung gagal untuk memompa darah dalam volume yang dibutuhkan tubuh.Keadaan tersebut terjadi karena jantung bekerja terlalu berat atau karena suatuhal otot jantung menjadi lemah. Beban yang berat dapat disebabkan oleh6

 

kebocoran katup jantung, kekakuan katub, atau kelainan sejak lahir dimanasekat jantung tidak terbentuk dengan sempurna.Ada 2 jenis obat inotropik positif, yaitua.

 

Glikosida jantungGlkosida jantung adalah alkaloid yang berasal dari tanaman

 Digitalis purpurea

yang kemudian diketahui berisi digoksin dan digitoksin.Keduanya bekerja sebagai inotropik positif pada gagal jantung.

 

Digoksin, kodenya 7-211

 

Digitoksin, kodenya 7-211b.

 

Penghambat fosfodiesteraseObat-obat dalam golongan ini merupakan penghambat enzimfosfodiesterase yang selektif bekerja pada jantung. Hambatan enzim inimenyebabkan peningkatan kadar siklik AMP (cAMP) dalam sel miokardyang akan meningkatkan kadar kalsium intrasel.

 

Milrinon

 

Aminiron

2.

 

Obat-obat antiaritmia

Obat-obat abtiaritmia dapat dibagi berdasarkan penggunaan kliniknya dalamobat-obat untuk aritmia supraventrikel (misal verapamil). Obat-obat untuk aritmia supraventrikel dan aritmia ventrikel (misal disopiramid), dan obat-obatuntuk aritmia ventrikel (misal lidokain).a.

 

Aritmia supraventrikelAdenosin biasanya obat terpilih untuk menghentikan takikardiasupraventrikel paroksismal. Karena masa kerjanya pendek sekali (waktuparuhnya hanya 8-10 detik, tapi memanjang juka diberikan bersamadipiradamol), kebanyakan efek sampingnya berlangsung singkat. Berbedadengan verapamil, adenosin dapat digunakan setelah beta-bloker. Padaasma, lebih baik dipilih verapamil daripada beta-bloker.Glikosida jantung oral merupakan obat terpilih untuk memperlambatrespon ventrikel pada kasus fibrilasi dan flutter atrium. Digoksin7

 

intravena, yang diinfus pelan-pelan, kadang-kadang dibutuhkan bilakecepatan ventrikel perlu dikendalikan dengan cepat.Verapamil biasanya efektif untuk takikardia ventrikel. Dosis intravenaawal dapat diikuti dengan dosis oral, hipotensi dapat terjadi dengan dosisyang lebih besar.

 

Adenosin

 

Verapamil, kodenya 7-208

 

Glikosida jantung, kodenya 7-211b.

 

Aritmia Supraventrikel dan VentrikelObat-obat untuk aritmia supraventrikel dan ventrikel misalnya amiodaron,beta-bloker, disopiramid, flekainid, prokainamid, propafenon, danklinidin.

 

Amiodaron

 

Beta-bloker, kodenya 7-208

 

Disopiramid, kodenya 7-208

 

Flekainid

 

Prokainamid, kodenya 7-204

 

Propafenon, kodenya 7-208

 

Kinidinc.

 

Aritmia VentrikelBretilium hanya digunakan sebagai obat antiaritmia pada resusutasi.Obat ini diberikan itramaskuler dan intravena tapi dapat menyebabkanhipotensi berat, terutama setelah pemberian intravena (mual dan muntahdapat terjadi).Lidokain (lignokain) ralatif aman bila diberikan sebagai injeksiintravena lambat dan harus menjadi pilihan utama dalam keadaan darurat.Meksiletin diberikan sebagai injeksi intravena lambat bila lidokaintidak efektif, obat ini memiliki kerja yang serupa.Morasilin adalah obat untuk profilaksis dan pengobatan aritmiaventrikel yang serius dan mengancam jiwa.8

 

Fenitoin dulu dipakai untuk aritmia ventrikel, dengan injeksi intravenalambat terutama yang disebabkan oleh glikosida jantung, tapi penggunaanini sekarang sudah ditinggalkan.Tokainid dulu digunakan untuk takiaritmia ventrikel yang mengancam jiwa dan disertai dengan gangguan berat fungsi ventrikel kiri pada pasienyang tidak responsif dengan terapi lain atau yang terapi lain merupakankontraindikasi, sekarang obat ini tidak lagi tersedia.

 

Bretilium, kodenya 7-250

 

Lidokain, kodenya 6-851

 

Meksiletin, kodenya 7-208

 

Morasilin

 

Fenitoin, kodenya 6-610

 

Tokainid

3.

 

Obat Antihipertensi

Hipertensi adalah kenaikan tekanan darah arteri melebihi normal dan kenaikanini bertahan. Menurut WHO, tidak tergantung pada usia. Hipertensi mungkindapat diturunkan dengan terapi tanpa obat (non-farmakoterapi) tau terapidengan obat (farmakoterapi). Semua pasien, tanpa memperhatikan apakahterapi dengan oabt dibutuhkan, sebaiknya dipertimbangkan untuk terapi tanpaobat. Caranya dengan mengendalikan bobot badan, pembatasan masukansodium, lemak jenuh, dan alkohol serta pertisipasi dalam program olah ragadan tidak merokok.a.

 

Penghambat saraf adrenergik Obat dolongan ini bekerja dengan cara mencegah pelepasan noradrenalindari pasca ganglion saraf adrenergik. Obat-obat golongan ini tidak mengendalikan tekanan darah berbaring dan dapat menyebabkan hipotensipostural. Karena itu, obat-obat ini jarang digunakan, tetapi mungkin masihperlu diperlukan bersama terapi lain pada hipertensi yang resisten.

 

Debrisokuin, kodenya 7-260

 

Reserpin, kodenya 7-2619

 

b.

 

Alfa-brokerSebagai alfa-broker, prazosin menyebabkan vasodilatasi arteri dan venasehingga jarang menimbulkan takikardi. Obat ini menurunkan tekanandarah dengan cepat setelah dosis pertama, sehingga harus hati-hati padapemberian pertama. Untuk pengobatan hipertensi, alfa-broker dapatdigunakan bersama obat antihipertensi lain.

 

Deksazosin

 

Indoramin, kodenya 7-138

 

Prasozin Hidroklorida, kodenya 7 – 268

 

Terazosinc.

 

Penghambat enzim pengubah anglotensin (penghambat ACE)Pengambat ACE bekerja dengan cara menghambat pengubahanangiotensin I menjadi angiotensin II. Obat-obat golongan ini efektif danpada umumnya dapat ditoleransi dengan baik. Obat-obat golongan initerutama diindikasikan untuk hipertensi pada diabetes tergantung insulindengan nefropati, dan mungkin untuk hipertensi pada semua pasiendiabetes.

 

Kaptopropril

 

Benazepril

 

Delapril

 

Enalapril maleat

 

Fisonopril

 

Perinopril

 

Kuinapril

 

Ramipril

 

Silazaprild.

 

Antagonis reseptor angiotensin IISifatnya mirip penghambat ACE, bedanya adalah obat-obat golongan initidak menghambat pemecahan bradikin dan kinin-kinin lainnya, sehinggatampaknya tidak menimbulkan batuk kering parsisten yang biasanya10

 

  1. Obat inotropik positif 

Obat inotropik positif bekerja dengan meningkatkan kontraksi otot jantung(miokardium) dan digunakan untuk gagal jantung, yakni keadaan dimana jantung gagal untuk memompa darah dalam volume yang dibutuhkan tubuh.Keadaan tersebut terjadi karena jantung bekerja terlalu berat atau karena suatuhal otot jantung menjadi lemah. Beban yang berat dapat disebabkan oleh kebocoran katup jantung, kekakuan katub, atau kelainan sejak lahir dimanasekat jantung tidak terbentuk dengan sempurna.Ada 2 jenis obat inotropik positif, yaitu.

  1. Glikosida jantung

Glkosida jantung adalah alkaloid yang berasal dari tanaman

 Digitalis purpurea

yang kemudian diketahui berisi digoksin dan digitoksin.Keduanya bekerja sebagai inotropik positif pada gagal jantung.

            •Digoksin, kodenya 7-211

            •Digitoksin, kodenya 7-211b.

 

  1. Penghambat fosfodiesterase

Obat-obat dalam golongan ini merupakan penghambat enzimfosfodiesterase yang selektif bekerja pada jantung. Hambatan enzim inimenyebabkan peningkatan kadar siklik AMP (cAMP) dalam sel miokardyang akan meningkatkan kadar kalsium intrasel.

            •Milrinon

            •Aminiron

 

  1. Obat-obat antiaritmia

Obat-obat abtiaritmia dapat dibagi berdasarkan penggunaan kliniknya dalamobat-obat untuk aritmia supraventrikel (misal verapamil). Obat-obat untuk aritmia supraventrikel dan aritmia ventrikel (misal disopiramid), dan obat-obatuntuk aritmia ventrikel (misal lidokain).

 

a)      Aritmia supraventrikel

Adenosin biasanya obat terpilih untuk menghentikan takikardia supraventrikel paroksismal. Karena masa kerjanya pendek sekali (waktuparuhnya hanya 8-10 detik, tapi memanjang jika diberikan bersama (dipiradamol), kebanyakan efek sampingnya berlangsung singkat. Berbeda dengan verapamil, adenosin dapat digunakan setelah beta-bloker. Pada asma, lebih baik dipilih verapamil daripada beta-bloker.

Glikosida jantung oral merupakan obat terpilih untuk memperlambatrespon ventrikel pada kasus fibrilasi dan flutter atrium. Digoksin intravena, yang diinfus pelan-pelan, kadang-kadang dibutuhkan bila kecepatan ventrikel perlu dikendalikan dengan cepat.

Verapamil biasanya efektif untuk takikardia ventrikel. Dosis intravenaawal dapat diikuti dengan dosis oral, hipotensi dapat terjadi dengan dosisyang lebih besar.

  • Adenosin
  • Verapamil, kodenya 7-208
  • Glikosida jantung, kodenya 7-211b.

 

b)      Aritmia Supraventrikel dan VentrikelObat-obat untuk aritmia supraventrikel dan ventrikel misalnya amiodaron,beta-bloker, disopiramid, flekainid, prokainamid, propafenon, dan klinidin

  • Amiodaron
  • Beta-bloker, kodenya 7-208
  • Disopiramid, kodenya 7-208
  • Flekainid
  • Prokainamid, kodenya 7-204
  • Propafenon, kodenya 7-208
  • Kinidinc.

 

c)      Aritmia Ventrikel

Bretilium hanya digunakan sebagai obat antiaritmia pada resusutasi.Obat ini diberikan itramaskuler dan intravena tapi dapat menyebabkanhipotensi berat, terutama setelah pemberian intravena (mual dan muntahdapat terjadi).

Lidokain (lignokain) ralatif aman bila diberikan sebagai injeksiintravena lambat dan harus menjadi pilihan utama dalam keadaan darurat.

Meksiletin diberikan sebagai injeksi intravena lambat bila lidokaintidak efektif, obat ini memiliki kerja yang serupa.

Morasilin adalah obat untuk profilaksis dan pengobatan aritmiaventrikel yang serius dan mengancam jiwa.

Fenitoin dulu dipakai untuk aritmia ventrikel, dengan injeksi intravena lambat terutama yang disebabkan oleh glikosida jantung, tapi penggunaan ini sekarang sudah ditinggalkan.

Tokainid dulu digunakan untuk takiaritmia ventrikel yang mengancam jiwa dan disertai dengan gangguan berat fungsi ventrikel kiri pada pasienyang tidak responsif dengan terapi lain atau yang terapi lain merupakankontraindikasi, sekarang obat ini tidak lagi tersedia.

 

  • Bretilium, kodenya 7-250
  • Lidokain, kodenya 6-851
  • Meksiletin, kodenya 7-208
  • Morasilin
  • Fenitoin, kodenya 6-610
  • Tokainid

 

  1. Obat Antihipertensi

Hipertensi adalah kenaikan tekanan darah arteri melebihi normal dan kenaikanini bertahan. Menurut WHO, tidak tergantung pada usia. Hipertensi mungkindapat diturunkan dengan terapi tanpa obat (non-farmakoterapi) tau terapidengan obat (farmakoterapi). Semua pasien, tanpa memperhatikan apakahterapi dengan oabt dibutuhkan, sebaiknya dipertimbangkan untuk terapi tanpaobat. Caranya dengan mengendalikan bobot badan, pembatasan masukansodium, lemak jenuh, dan alkohol serta pertisipasi dalam program olah raga dan tidak merokok.

  1. Penghambat saraf adrenergik

Obat golongan ini bekerja dengan cara mencegah pelepasan noradrenalindari pasca ganglion saraf adrenergik. Obat-obat golongan ini tidak mengendalikan tekanan darah berbaring dan dapat menyebabkan hipotensipostural. Karena itu, obat-obat ini jarang digunakan, tetapi mungkin masih perlu diperlukan bersama terapi lain pada hipertensi yang resisten.

 

  • Debrisokuin, kodenya 7-260
  • Reserpin, kodenya 7-2619

 

  1. Alfa-broker

Sebagai alfa-broker, prazosin menyebabkan vasodilatasi arteri dan venasehingga jarang menimbulkan takikardi. Obat ini menurunkan tekanandarah dengan cepat setelah dosis pertama, sehingga harus hati-hati pada pemberian pertama. Untuk pengobatan hipertensi, alfa-broker dapat digunakan bersama obat antihipertensi lain.

 

  • Deksazosin
  • Indoramin, kodenya 7-138
  • Prasozin Hidroklorida, kodenya 7 – 268
  • Terazosinc.

 

  1. Penghambat enzim pengubah anglotensin (penghambat ACE)

Pengambat ACE bekerja dengan cara menghambat pengubahan angiotensin I menjadi angiotensin II. Obat-obat golongan ini efektif danpada umumnya dapat ditoleransi dengan baik. Obat-obat golongan ini terutama diindikasikan untuk hipertensi pada diabetes tergantung insulin dengan nefropati, dan mungkin untuk hipertensi pada semua pasien diabetes.

 

  • Kaptopropril
  • Benazepril
  • Delapril
  • Enalapril maleat
  • Fisonopril
  • Perinopril
  • Kuinapril
  • Ramipril
  • Silazaprild.

 

 

 

 

  1. Antagonis reseptor angiotensin II

Sifatnya mirip penghambat ACE, bedanya adalah obat-obat golongan ini tidak menghambat pemecahan bradikin dan kinin-kinin lainnya, sehingga tampaknya tidak menimbulkan batuk kering parsisten yang biasanya mengganggu terapi dengan penghambat ACE. Karena itu, obat-obat golongan ini merupakan alternatif yang berguna untuk pasien yang harus menghentikan penghambat ACE akibat batuk yang parsisten.

 

  • Losaktan kalium
  • Valsatrane.

 

  1. Obat-obat untuk feokromositoma

Fenoksibanzamin adalah alfa-broker kuat dengan banyak efek samping. Obat ini digunakan bersama bata-bloker untuk pengobtan jangka pendek episode hipertensi berat pada feokromositoma.Fentolamin adalah alfa-broker kerja pendek yang kadang-kadang juga digunakan untuk diagnosis feokromositoma.

 

  • Fenoksibanzamin, kodenya 7-134
  • Fentolamin, kodenya 7-130f.

 

  1. Obat antihipertensi yang bekerja sentral.

Kelompok ini termasuk metildopa, yang mempunyai keuntungan karenaaman bagi pasien asma, gagal jantung, dan kehamilan. Efek sampingnyadiperkecil jika dosis perharinya dipertahankan tetap dibawah 1 g.

 

  • Klobidin hidroklorida, kodenya 7-263
  • Metildopa, kodenya 7-262
  • Guanfasin

 

  1. Obat-obat antiangina

Sebagian besar pasien angina pektoris diobati dengan beta-bloker atatuantagonis kalsium. Meskipun demikian, senyawa nitrat kerja singkat, masihberperan penting untuk tindakan prefilaksis sebelum kerja fisik dan untuk nyeri dada yang terjadi sewaktu istirahat.

  1. Golongan nitrat

Senyawa nitrat bekerja langsung merelaksasi oto polos pembuluh vena,tanpa bergantung pada sistem persarafan miokardium. Dilatasi venamenyebabkan alir balik vena berkurang sehingga mengurangi beban hulu  jantung. Selain itu, senyawa nitrat juga merupakan vasodilator koroner yang poten

 

  • Gliseril trinitrat, kodenya 7-240
  • Isosorbid dinitrat, kodenya 7-242
  • Isosorbid mononitrat, kodenya 7-242
  • Pentaeritritol tetranitrat, kodenya 7-241b.

 

  1. Golongan antagonis kalsium

Antagonis kalsium bekerja dengan cara menghambat influks ion kalsiumtransmembran, yaitu mengurangi masuknya ion kalsium melalui kanalkalsium lambat ke dalam sel otot polo, otot jantung dan saraf.Berkurangnya kadar kalsium bebas di dalam sel-sel tersebut menyebabkanberkurangnya kontraksi otot polos pembuluh darah (vasodilatasi),kontraksi otot jantung (inotropik negatif),

serta pembentukan dankonduksi impuls dalam jantung (kronotropik dan dromotropik negatif).

 

  • Amplidipin besilat
  • Diltiazem hidroklorida
  • Nikardipin hidroklorida
  • Nifedipin
  • Nimodipinc.

 

  1. Golongan beta-bloker

Obat-obat penghambat adrenoseptor beta (beta-bloker) menghambat adrenoseptor-beta di jantung, pembuluh darah perifer, bronkus, pankreas,dan hati. Saat ini banyak tersedia beta-bloker yang pada umumnya menunjukkan efektifitas yang sama. Namun, terdapat perbedaan-perbedaan diantara berbagai beta-bloker, yang akan mempengaruhi pilihan dalam mengobati penyakit atau pasien tertentu. Beta-bloker dapat mencetuskan asma dan efek ini berbahaya. Karena itu, harus dihindarkan pada pasien dengan riwayat asma atau penyakit paru obstruktif menahun.

 

  • Propranolol hidroklorida, kodenya 7-138
  • Asebutolol, kodenya 7-138
  • Atenolol
  • Betaksolol
  • Bisoprolol fumarat
  • Karvedilol
  • Labetalol hidrklorida, kodenya 7-268
  • Metoprolol tartrat, kodenya 7-208
  • Nadolol
  • Oksprenolol hidroklorida, kodenya 7-201
  • Pindolol
  • Sotalol hidroklorida, kodenya 7-208

 

  1. Diuretika

Diuretika golongan tiazid digunakan untuk mengurangi edema akibat gagal jantung dan dengan dosis yang lebih rendah, untuk menurunkan tekanandarah. Diuretika kuat digunakan untuk edema paru akibat gagal jantung kiridan pada pasien dengan gagal jantung yang sudah lama dan kombinasidiuretika mungkin selektif untuk edema yang resisten terhadap pengobatandengan satu diuretika, misalnya diuretika kuat dapat dikombinasi dengandiuretika hemat kalium.a.

 

  1. Diuretika golongan tiazid

Tiazid dan senyawa-senyawa terkaitnya merupakan diuretika denganpotensi sedang, yang bekerja dengan cara menghambat reabsorpsi natrium pada bagian awal tubulus distal. Mula kerja diuretika golongan ini setelah pemberian peroral lebih kurang 1-2 jam, sedangkan masa kerjanya 12-24 jam. Lazimnya tiazid diberikan pada pagi hari agar diuretika tidak mengganggu tidur pasien.

 

  • Bendrofluazid, kodenya 7-434
  • Klortalidon, kodenya 7-430
  • Hidroklortiazid, kodenya 7-433
  • Indapamid
  • Metolazon
  • Xipamidb.

 

  1. Diuretika kuat

Diuretika kuat digunakan dalam pengobatan edema paru akibat gagl jantung kiri. Pemberian intravena mengurangi sesak nafas dan prabeban lebih cepat dari mula kerja diuresisnya. Diuretika ini juga digunakan pada pasien gagal jantung yang telah berlangsung lama.

 

  • Frusemid, kodenya 7-431
  • Bumetanid, kodenya 7-438
  • Torasemidc.

 

  1. Diuretika hemat kalium

Amilorid dan triamteren merupakan diuretika yang lemah. Keduanya menyebabkan retensi kalium dan karenanya digunakan sebagai alternatif yang lebih efektif dari pada memberikan suplemen kalium pada pangguna tiazid atau diuretika kuat. Suplemen kalium tidak boleh diberikan bersama diuretika hemat kalium. Juga penting untuk diingat bahwa pemberian diuretka hemat kalium pada seorang pasien yang menerima suatupenghambat ACE dapat menyebabkan hiperkalemia yang berat.

 

  • Amilorid hidroklorida, kodenya 7-450
  • Antagonis aldosteron, kodenya 7-443
  • Sprironolakton, kodenya 7-443d.

 

  1. Diuretika merkuri

Meskipun efektif, diuretika merkuri sekarang hampir tidak pernahdigunakan karena efek nefrotoksisitasnya. Mersalil harus diberikan lewat injeksi intramuskuler. Penggunaan intravena dapat menyebabkan hipotensi berat dan kematian mendadak. Obat ini sudah absolete dan telah diganti dengan loop diuretic yang jauh lebih aman.

 

  • Mersalil, kodenya 7-402

 

  1. Diuretika osmotik 

Diuretika golongan ini jarang digunakan pada gagal jantung karenamungkin meningkatkan volume darah secara akut.

 

  • Manitol, kodenya 7-441f.

 

  1. Diuretika penghambat enzim karbonik anhidrase

Diuretika penghambat enzim karbonik anhidrase (asetazolamid)merupakan diyretika yang lemah dan jarang digunakan berdasarkan efek diuretikanya. Obat ini digunakan untuk profilaksis mountain sickness tetapi tidak menggantikan aklimatisasi.

 

  • Asetazolamid, kodenya 7-420
  • Dorzolamid

 

 

  1. Kombinasi diuretika

Disamping penambahan satu golongan diuretika pada diuretika yang lain,kekhawatiran terjadinya hipokalemia atau ketidakpatuhan pasien meningkatkan penggunaan kombinasi dengan diuretika hemat kalium.Bila digunakan untuk hipertens, perhatian khusus harus dicurahkan padadosis tiazidnya, dimana dosis yang lebih rendah lebih dianjurkan.

 

  1. Obat yang mempengaruhi sistem koagulasi darah

Pembentukan suatu trombus berlangsung melalui tiga tahap, yaitu

(1)pemaparan darah pada suatu permukaan trombogenik vaskuler yang rusak.

(2)suatu rangkaian peristiwa yang terkait dengan trombosit.

 (3) pengaktifanmekanisme pembekuan dengan sutu peran penting bagi trombin dalampembentukan fibrin. Trombin sendiri merupakan suatu perangsang agragasidan adhesi patelet yang sangat kuat. Sekali terbentu, trombus mungkindipecah oleh fibrinolisis-terangsang plasmin.

 

  1. AntikoagulanDibagi menjadi 2 sub-kelompok, yaitu

1)Antikoagulan parenteral, yang dibagi dalam sub-kelompok lagi, yaitu:

ü  Heparin

Heparin memulai antikoagulasi dengan cepat, namun mempunyaimasa kerja yang singkat. Sekarang sering kali diacu sebagai heparin standar atau tidak terfraksinasi, untuk membedakannyadengan heparin bobot molekul rendah yang memiliki masa kerja yang lebih panjang.

 

  • Heparin, kodenya 6-243b)

 

ü  Heparin bobot molekul rendah

Terdapat bukti bahwa heparin bobot molekul rendah ternyataselektif dan seaman heparin standar dalam pencegahantromboembolisme vena. Namun, pada praktek ortopedi golonganheparin ini mungkin lebih selektif.

 

  • Anoksaparin
  • Heparinoid, kodenya 6-3422)

 

2). Antikoagulan oral

Antikoagulan oral mengantagonisasi efek vitamin K, dan perlu palingtidak 48-72 jam untuk efek antikoagulannya berkembang sempurna.Jika efek yang segera diperlukan, heparin harus diberikan bersama.Efek samping utama semua antikoagulan oral adalah pendarahan

 

  • Natrium warfarin, kodenya 6-420
  • Protamin sulfat, kodenya 6-452b.

 

  1. Antiplatelet

Antiplatelet (antitrombosit) bekerja dengan cara mengurangi agragasiplatelet, sehingga dapat menghambat pembentukan trombus pada sirkulasiarteri, dimana trombi terbentuk melalui agragasi platelet dan antikoagulanmenunjukkan efek yang kecil.

 

  • Asetosal
  • Dipiridamol, kodenya 7-244c.

 

  1. Fibrinolitik

Fibrinolitik yang bekerja sebagai trombolitik dengan cara mengaktifkanplasminogen utnuk membentuk plasmin, yang lebih lanjut mendegradasi fibrin dan dengan demikian memecah trombus. Termasuk dalam golonganobat ini diantaranya streptokinase, urokinase, alteplase, dan anistreplase.

 

  • Alteplase
  • Streptokinase, kodenya 6-342
  • Urokinase, kodenya 6-443d.

 

  1. Hemostatik dan antifibrinolitik 

Defisiensi faktor pembekuan darah dapat menyebabkan pendarahan.Pendarahan spontan timbul apabila aktivitas faktor pembekuan kurangdari 5% normal.

 

  • Fraksi faktor VIII, kering, kodenya 6-473
  • Fraksi faktor IX, kering, kodenya 6-473
  • Aprotinin, kodenya 6-411
  • Etamsilat, kodenya 6-453
  • Asam traneksamat, kodenya 6-411

 

  1. Obat penurun lipid

Obat-obat penurun lipid diindikasikan untuk pasien dengan penyakit jantungkoroner atau dengan hiperlipidemia berat, yang tidak cukup terkendali dengandiet rendah lemak. Pengobatan juga harus dipertimbangkan bagi pasiendengan resiko tinggi terjadinya penyakit jantung koroner karena adanyaberbagai faktor resiko (termasuk merokok, hipertensi, diabetes, dll).

  1. Resin penukar anion

Kolestiramin dan kolestipol adalah resin penul\kar anion yang digunakandalam penatalaksanaan hiperkolesterolemia. Obat-obat tersebut bekerjadengan cara mengikat asam empedu (metabolit kolesterol) di dalam lumenusus dan mencegah reabsorpsinya.

 

  • Kolestiramin, kodenya 7-228
  • Kolestipol hidrokloridab.

 

  1. Kelompok klofibrat

Klofibrat (turunan asam ariloksibutirat) dan beberapa analognya(bezafibral, siprofibral, finofibrat, gemfibrosil) dapat dianggap sebagai hipolipidemik berspektrum luas. Klofibrat dan beberapa analognyadigunakan dalam pengobatan hiperlipidemia tipe II maupun IV. Efek utamanya berupa gangguan saluran cerna.

 

  • Bezafibrat
  • Fenofibrat
  • Gemfibrozil
  • Klofibratc.

 

 

 

  1. Statin

Statin menghambat secara kompetitif enzim HMG CoA reduktase, yakni enzim oada sintesis kolesterol, terutama dalam hati. Obat-obat ini lebih efektif dibanding resin penukar anion dalam menurunkan kolesterol –LDL tetapi kurang efektif dibanding kelompok klofibrat dalam menurunkan trigliserida dan meningkatkan kolesterol – HDL.

 

  • Atorvastatin
  • Fluvastatin
  • Pravastatin
  • Simvastatin
  • Lovastatind.

 

  1. Kelompok asam nikotinat

Asam nikotinat (niasin) merupakan vitamin larut air yang mampu menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol plasma. Mekanisme kerjanya melalui hambatan mobilisasi lemak serta hambatan sintesis VLDL dalam hati dan lebih lanjut kolesterol – LDL. Selain itu, asam nikotinat jugameningkatkan kolesterol – HDL.

 

  • Asam nikotinat, kodenya 7-222e.

 

  1. Minyak ikan

Sediaan minyak ikan yang kaya akan trigliserida laut omega-3, bermanfaat dalam pengobatan hipertrigliseridemia berat. Meskipun demikian, kadang-kadang minyak ikan dapat memperburuk hiperkolesterolemia.

 

  1. Obat-obat untuk syok dan hipotensi

Syok merupakan sindrom kardiovaskuler akut yang rumit, terutama terkaitdengan ketidakcukupan pasok dan konsumsi oksigen pada organ-organ yangpenting bagi kehidupan (vital), yang pada umumnya disebabkan oleh peristiwa hipotensi. Hipovolemia, suatu penyebab hipotensi, dikaitkan dengan hilangnya darah karena cedera atau pendarahan, atau hilagnya cairan karena diare, muntah, luka bakar, atau yang lainnya. Hipotensi juga dikaitkan dengansyok septik. Meskipun demikian pasien dengan infark miokard yangberkembang menjadi syok kardiogenik, tidak selalu hipotensif. Tujuan terapisyok adalah menjamin aliran darah yang cukup untuk pasok oksigen yangmemadai ke organ-organ vital.

 

  • Dopamin hidroklorida, kodenya 7-128
  • Dobutamin, kodenya 7-578
  • Isoprenalina hidroklorida, kodenya 7-573
  • Norepinefrin bitatrat
  • Epinefrin, kodenya 7-120

 

  1. Obat untuk gangguan sirkulasi darah (serebral, arteri, vena)
  2. Vasodilator perifer

Kurangnya pasokan darah arteri di perifer dapat disebabkan oleh angioneuropati (kegagalan pengaturan sirkulasi akibat tidak sempurnanya pembuluh kecil bereaksi terhadap rangsang) atau angioorganopati(meliputi penyakit penyumbatan arteri, giitis, penyumbatan arteri karenaemboli). Penyebab penyakit penyumbatan arteri terutama aterosklerosisdan tramboangitis obliterans.

 

  • Turunan asam nikotinat, kodenya 7-222
  • Pentoksifilin
  • Sinarisin, kodenya 6-305
  • Naftidrofuril oksalat, kodenya 7-208
  • Isoksuprin, kodenya 7-258
  • Xantinol nikotinat, kodenya 7-258
  • Nicegolin
  • Bensiklan
  • Flunarisinb.

 

  1. Vasodilator serebral

Obat-obat golongan ini dinyatakan memperbaiki fungsi mental. Beberapa telah dilaporkan memperbaiki kinerja uji psikologis, tetapi obat-obat tersebut secara klinis belum terbukti bermanfaat untuk demensia (pikun).

 

  • Co-dergokrin meksilatc.

 

  1. Obat gangguan darah vena

Penyakit pembuluh vena yang sering terjadi adalah gejala verikosis(dilatasi pembuluh vena permukaan kaki dan akibat-akibat yangmenyertainya (edema lokal, indurasi, atrofi, pigmentasi hebat, sianosiskulit, borok kaki, tromboflebitis) yang timbul akibat pengaruh mekanik dan hormonal pada jaringan ikat lemah.

 

1)      Senyawa tonik vena

 

  • Dihidroergotamin, kodenya 7-265
  • Glikosida triterpen

 

2)      Senyawa sklerosan

  • Garam natrium asam lemak dari minyak ikan
  • Etanolamin oleat, kodenya 7-272
  • Natrium tetradesil sulfat

 

 

 
   

 

REFERENSI

 

  • ICOPIM (International Classification of Prosedure in Medicine)
  • IONI (Informatorium Obat Nasional Indonesia)

Browsing site internet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s